Pemerintah Makin Banyak Minta Data Pengguna Facebook

Facebook merilis Global Government Request Report baru pada Hari rabu (21/12/2016) kemarin. Menurut laporan semester pertama tahun 2016 itu, data akun pemakai Fb yang diminta oleh pemerintah naik 27 % dibanding semester kedua 2015.

Dilansir dari situs Reuters, Hari kamis, permintaan pemerintah pada data secara global naik dari sekitar 46.710 menjadi 59.229. Mayoritas dari permintaan data itu berasal dari negeri penegak hukum AS (Amerika Serikat).

Selain itu, permintaan untuk pembatasan konten ataupun jumlah pembatasan item terkait dengan pelanggaran hukum lokal, yang mengalami penurunan sebesar 83 % dari 55.827 menjadi 9.663.

Facebook menegaskan kalau pihaknya menerapkan pendekatan dari yang ketat terhadap tiap permintaan dari pemerintah. Perusahaan pun mengklaim berusaha keras melindungi orang-orang yang memakai layanannya.

“Saya meneliti tiap permintaan untuk kebutuhan sah, tak peduli negara mana yang membuat permintaan itu serta menentang yang tak sesuai. Saya tak membagikan ‘backdoor’ untuk pemerintah ataupun akses langsung ke para pemakai,” kata Deputy General Counsel Fb, Chris Sonderby menegaskan.

Selain itu, Facebook pun juga terus menjalin kerjasama dengan para mitra di dalam industri serta rakyat sipil untuk mendorong pemerintah di semua dunia supaya mereformasi pengawasan. Hal ini pun bertujuan untuk melindungi keamanan serta keselamatan rakyat, sekaligus pun juga untuk menghormati hak serta kebebasan mereka.